Kamis, 28 Juni 2012


TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMP

Sebagian orang  masih beranggapan bahwa teknologi hanyalah milik mereka yang bekerjanya ditempat yang modern dan serba canggih, sangat mahal harganya sehingga tidak semua orang bisa memilikinya, selain itu mengoperasikannya diperlukan keahlian khusus, padahal tanpa disadari sebenarnya kita semua adalah pengguna aktif teknologi. Handphone (HP) adalah contoh teknologi yang hampir semua orang menggunakannya bahkan hidup terasa kurang lengkap tanpa handphone karena kita memang harus mengakui, saat ini HP bukanlah kebutuhan sekunder melainkan kebutuhan primer. Jika demikian maka kita dapat artikan bahwa teknologi merupakan alat yang dapat mempermudah pekerjaan kita. Life style manusia berubah sesuai dengan perkembangan zaman, hal tersebut  menuntut manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mencari kemudahan dalam hidup, dengan persektif tersebut, teknologi makin pesat berkembang disegala bidang seperti; industri, pertanian, perkebunan, peternakan, perbankkan, bisnis, informasi, termasuk juga bidang pendidikan.
Kemudahahan informasi juga sangat kita rasakan, zaman dahulu kita dapat memperoleh informasi hanya dari radio, tetapi sekarang hampir setiap rumah memiliki televisi bahkan tidak hanya satu tetapi hampir disetiap sudut ruangan, bahkan cara berkomunikasi jarak jauh dapat dilakukan dengan sangat efektif dan efisien melalui berbagai layanan  seperti ;  telepon kabel, telepon seluller dan  internet. Simultan antara teknologi dan informasi memberikan manfaat besar bagi perkembangan dunia pendidikan, peserta didik dengan mudah mengakses berbagai informasi dari dunia maya (internet)  yang diyakini pasti ada dampak positif dan negatifnya, sehingga memerlukan pengawasan prima dan paripurna dari semua pihak baik orang tua, guru, dan masyarakat serta pemerintah, agar setiap peserta didik hanya mengakses hal-hal yang positif saja.
Menurut Richard I. Arends dalam Learning to teach siswa bertahan lebih lama dalam belajar dan tugas belajarnya jika lingkungan kelasnya menyenangkan dan positif, senada dengan hal ini berarti diperlukan guru yang profesional yaitu guru yang mengenal karakteristik, kebutuhan dan potensi siswanya sehingga mampu mendesain pembelajaran secara baik dengan memanfaatkan berbagai komponen untuk mengoptimalkan proses pembelajaran sehingga hasil belajarnya juga akan sangat maksimal, selain itu seorang guru juga dituntut untuk dapat membangun komunitas belajar baik didalam maupun di luar kelas. Hatfiel (1996) dalam Richard (2008) menemukan bahwa penggunaan komputer dikelas mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara keseluruhan. Hal ini menginspirasi guru  untuk mengunakan metoda multimedia untuk meningkatan aktivitas dan pemahaman siswa dalam pembelajaran Fisika. Salah satu contoh upaya guru untuk memotivasi siswa dengan menggunakan video hasil download dari youtube seperti dibawah ini : video air dan telur

Mata pelajaran Fisika sering dianggap sebagai materi yang sulit jika strategi, metode dan model pembelajaran yang digunakan kurang tepat, sehingga dengan cara merekam pelaksanaan proses pembelajaran dapat memberikan dua manfaat sekaligus, manfaat yang pertama adalah guru dapat mengevaluasi kesesuaian proses pembelajaran dengan kompetensi yang ingin dicapai sedangkan manfaat yang kedua guru dapat memindahkan hasil rekaman pembelajaran ke dalam CD pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa yang kurang memahami isi materi dapat mempelajari secara berulang - ulang dengan hanya memutar CD pembelajaran tersebut, atau beberapa guru bahkan sudah dapat memanfaatkan hasil pendidikan di program teknologi pembelajaran dengan memindahkan materi pembelajaran ke dalam handphone (HP) siswa, dengan cara ini HP  dapat dimanfaatkan dengan sangat positif.
Guru juga dapat memanfaatkan hasil rekaman suatu praktikum dalam untuk memaparkan materi yang mungkin tidak dapat dilakukan praktikum secara langsung akibat beberapa kendala, dengan menggunakan metode presentasi  guna memperlihatkan kegiatan praktikum, hal ini akan lebih efektif dan efisisen sesuai dengan pendapat teori belajar konstruktivisme Silbermen (1996) dalam baharuddin (2012)  yang diabadikan dengan krido :
what I hear, I forget.
What I hear and see, I remember a little
What I hear, see, and ask question about or discus with someone  else, I begin to understand.
What I hear, see, discuss, and do, I acquere knowledge and skill.
What I teach to another, I master
Video (27)  dan  (31)
                                                                                


Dewasa ini penggunaan alat praktikum juga dapat dilakukan dengan menghubungkan kegiatan praktikum  ke komputer atau yang dikenal dengan nama Percobaan Sains Berbasis Komputer (PSBK), sehingga perhitungan yang dulu dilakukan secara manual sekarang dapat dilakukan secara digital, meski di negeri kita  Indonesia, cara ini terhitung masih langka digunakan karena diperlukan biaya yang besar.secara singkat PSBK dapat kita lihat seperti dalam video dan foto dibawah ini ;

Tidak ada komentar:

Posting Komentar